Wawancara Pak Ranto Gulo di Radio BBC London

Hari itu agak sore, saya masih di dalam mobil ketika saya tanpa sengaja mendengar radio siaran BBC London dengan Bapak Mustika Ranto Gulo.

Point yang paling menarik adalah ketokohan Sdr. Mustika Ranto Gulo sebagai Ketua Umum Pilar Nias Barat yang menyatakan bahwa kemiskinan di Nias masih mencapai 30 % penduduk. Apakah berdasarkan hasil survey atau hanya dugaan semata mengingat daerah itu masih jauh dari yang kita harapkan.

Pembangunan infrastuktur tidak seimbang dengan pembangunan dibidang keahlian SDM dan juga pemulihan psikis masyarakat Nias. Buktinya bahwa infrastruktur yang dibangun seperti jalan tidak membawa berkah karena distribusi tetap saja terhalang. Memang kita tidak dapat menyalahkan siapa-siapa lagi karena sudah terlambat.

Tugas kita selanjutnya adalah berjuang memajukan daerah Nias tersebut di sektor riil lainnya. Ekonomi rakyat belum dibangun, bayangkan saja kentang saja masih berasal dari luar nias, apalagi bawang merah dan sayur mayur masih didatangkan dari sumatera utara lewat kota pelabuhan laut yaitu Sibolga.

Sangat disayangkan katanya bahwa pencapaian BRR di Nias sudah mencapai 80%, itu sama sekali tidak teruji, sebab tolok ukurnya apa? Apakah sudah diaudit atau belum?

Wawancara itu hampir 20 menit, dan yang perlu saya pertanyakan apakah data dari beliau cukup valid atau tidak? Karena Pemaparan sdr Willy pada acara SOSIALISASI/PEMAPARAN PENCAPAIAN REHABILITASI DAN REKONSTRUKSI BRR PERWAKILAN NIAS, yan dihadiri Bupati Nias waktu itu, terkesan sangat manis. Tim Pengakhiran masa tugas BRR Nias pada hari Rabu tanggal 19 November 2008 mengadakan Sosialisasi / Pemaparan Pencapaian Rehabilitasi dan Rekonstruksi (RR) BRR Perwakilan Nias bertempat di Ruang Serba Guna Kantor Bupati Nias, Ononamôlô Gunungsitoli Selatan.

Pada acara tersebut saudara  Dr. William P Sabandar memaparkan tentang pencapaian kerja BRR Nias dan Bupati Nias memaparkan tentang Pembangunan Nias Pasca BRR di Nias.

Orang Nias terkesan takut memprotes apapun karena, perlakuan tangan besi dari pimpinan daerah, ini adalah tambahan dari saya. Apabila ada PNS yang berani maka siap-siap untuk digeser sesuka perutnya oleh pimpinan daerah di Nias itu.

Dalam laporannya “LAPORAN AKHIR BRR PERWAKILAN NIAS 2005-2008 berjudul MENUNTASKAN REKOSNTRUKSI, MERINTIS JALAN MENUJU PEMBANGUNAN YANG BERKELANJUTAN” terkesan dirancang untuk harus diterima karena tidak ada team yang mengawasi dan audit kerja BRR itu di lapangan. Versi mereka tidak ada. Itu inti dari tanggapan saudara Ranto dalam wawancara itu.

Ia menyatakan bahwa selama kurun waktu 2005 – 2008 BRR Perwakilan Nias telah menggunakan anggaran On Budget ( yang berasal dari APBN) sebesar Rp.2.926.392.255.277 (2,9 Trilyun) dan anggaran OFF Budget (yang diusahakan BRR dari negara donor dan dilaksanakan oleh NGO, LSM, Organisasi PBB) sebesar Rp.1.316.900.268.000 (1,3 Trilyun). Jadi selama 3,5 Tahun BRR perwakilan Nias telah menggunankan dana lebih kurang (4,2 trilyun). Suatu jumlah yang besar bagi Kabupaten Nias dan Nias Selatan yang hanya mendapatkan DAU lk. 600 – 700 milyar setiap tahun jika dibanding-bandingkan. Kepala BRR pewakilan Nias ini mengakui bahwa tingkat pencapaian target hanya berkisar 80 an persen. Apa dasar hitungan 80% tersebut? Saya tidak yakin Uang sudah beredar di Nias untuk dibelanjakan sebesar 4,2 trilyun! (??)

Jadi kesimpulan saya dalam wawancara pak Ranto itu, BRR gagal di Nias, karena mengembalikan dana kepada pemerintah hampir 30% dari anggaran yang sesungguhnya. Sekalipun akhirnya nanti akan dipercayakan kepada Pemkab, itu soal lain, masalahnya BRR akan hengkang dan inlah badan yang bekerja seperti “HIT and RUN”.

 

Salam

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s