Gagal Jantung, 5 Kata ‘JANGAN!’, Semoga Panjang Umur

Gagal Jantung

Penyakit ini harus ditangani dengan sungguh-sungguh, sebab gagal jantung adalah suatu keadaan yang serius, dimana jumlah darah yang dipompa oleh jantung setiap menitnya (cardiac output, curah jantung) tidak mampu memenuhi kebutuhan normal tubuh akan oksigen dan zat-zat makanan.


Kadang orang salah mengartikan gagal jantung sebagai berhentinya jantung. Sebenarnya istilah gagal jantung menunjukkan berkurangnya kemampuan jantung untuk mempertahankan beban kerjanya.

 

Perhatian khusus bagi penyakit jantung ‘ada 5 kata jangan” adalah:

1.      Jangan pernah terlalu lapar (telad makan), sebab pemicu pertama adalah lemahnya daya tahan tubuh karena lambung kosong dapat mempengaruhi cara kerja jantung. Dan sebaliknya jangan pernah terlalu kenyang juga, sangat berbahaya, apalagi kalau memakan makanan yang berlemak.

2.      Jangan kurang tidur, harus benar-benar diperhatikan karena pemicu kedua adalah kelelahan karena kurang tidur. Dan sebaliknya “Jangan  tidur terlalu lama juga (jangan lebih dari 8 jam sehari), hal ini juga dapat mengakibatkan melemahnya otot-otot karena terlalu lama tidak digerakkan. Ada baiknya diseimbangkan dengan olah raga ringan, misalnya jalan selama 30 menit atau berenang selama 2 jam.

3.      Jangan mengomsumsi obat peransang, karena dapat memicu gerakan jantung secara berlebihan, sehingga bisa mengakibatkan pecahnya pembuluh darah. Bahkan beberapa peristiwa yang tragis, korbannya mati mendadak pada saat sedang berhubungan intim dengan pasangannya, gara mengomsumsi ‘obat kuat’, hai-hati.

4.      Jangan dikagetkan oleh suara keras atau berita mendadak, secara medis hal ini jarang dibicarakan, namun sudah jatuh korban gagal jantung karena menerima berita yang mendadak. Korban langsung jatuh dan sesak nafas dn langsung meninggal dunia.

5.      Jangan minum alcohol (minuman Keras) melewati batas (banyak saran agar meminum anggur dengan batas hanya 15ml minuman (misalnya anggur orang tua) kadar alkohol 2 % sehari (kalau di Indonesia adalah setengah sloki gelas kecil, atau tiga sendok makan saja) untuk memanaskan tubuh.

 

Mekanisme Kompensasi


Tubuh memiliki beberapa mekanisme kompensasi untuk mengatasi gagal jantung.

1.      Mekanisme respon darurat yang pertama berlaku untuk jangka pendek (beberapa menit sampai beberapa jam), yaitu reaksi fight-or-flight. Reaksi ini terjadi sebagai akibat dari pelepasan adrenalin (epinefrin) dan noradrenalin (norepinefrin) dari kelenjar adrenal ke dalam aliran darah; noradrenalin juga dilepaskan dari saraf. Adrenalin dan noradrenalin adalah sistem pertahanan tubuh yang pertama muncul setiap kali terjadi stres mendadak. Pada gagal jantung, adrenalin dan noradrenalin menyebabkan jantung bekerja lebih keras, untuk membantu meningkatkan curah jantung dan mengatasi gangguan pompa jantung sampai derajat tertentu. Curah jantung bisa kembali normal, tetapi biasanya disertai dengan meningkatnya denyut jantung dan bertambah kuatnya denyut jantung. Pada seseorang yang tidak mempunyai kelainan jantung dan memerlukan peningkatan fungsi jantung jangka pendek, respon seperti ini sangat menguntungkan. Tetapi pada penderita gagal jantung kronis, respon ini bisa menyebabkan peningkatan kebutuhan jangka panjang terhadap sistem kardiovaskuler yang sebelumnya sudah mengalami kerusakan. Lama-lama peningkatan kebutuhan ini bisa menyebabkan menurunya fungsi jantung.

 

2.      Mekanisme perbaikan lainnya adalah penahanan garam (natrium) oleh ginjal. untuk mempertahankan konsentrasi natrium yang tetap, tubuh secara bersamaan menahan air. Penambahan air ini menyebabkan bertambahnya volume darah dalam sirkulasi dan pada awalnya memperbaiki kerja jantung. Salah satu akibat dari penimbunan cairan ini adalah peregangan otot jantung karena bertambahnya volume darah. Otot yang teregang berkontraksi lebih kuat. Hal ini merupakan mekanisme jantung yang utama untuk meningkatkan kinerjanya dalam gagal jantung. Tetapi sejalan dengan memburuknya gagal jantung, kelebihan cairan akan dilepaskan dari sirkulasi dan berkumpul di berbagai bagian tubuh, menyebabkan pembengkakan (edema). Lokasi penimbunan cairan ini tergantung kepada banyaknya cairan di dalam tubuh dan pengaruh gaya gravitasi. Jika penderita berdiri, cairan akan terkumpul di tungkai dan kaki jika penderita berbaring, cairan akan terkumpul di punggung atau perut. Sering terjadi penambahan berat badan sebagai akibat dari penimbunan air dan garam.

 

3.      Mekanime utama lainnya adalah pembesaran otot jantung (hipertrofi). Otot jantung yang membesar akan memiliki kekuatan yang lebih besar, tetapi pada akhirnya bisa terjadi kelainan fungsi dan menyebabkan semakin memburuknya gagal jantung.

 

Semoga Sehat dan Panjang Umur!

 
Dokter Kecil (Madogulo)

2 responses to “Gagal Jantung, 5 Kata ‘JANGAN!’, Semoga Panjang Umur

  1. klo setiap jalan ma berdiri yang lama trus badan saya terasa gemetar+ pusing terus detak jantung terasa lebih keras apa ni ada hubungan y dengan gagal jantung?

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s