Kini Gunungsitoli-Lahewa Dapat Ditempuh dalam Waktu Dua Jam
Thu, 30 October 2008 13:36:58
Laporan Junianto Dachi (BRR)
Gunungsitoli (NiasIsland.Com)
Jalan propinsi yang menghubungkan Gunungsitoli -Lahewa yang berjarak ± 80 km telah dan sedang diperbaik dan jalan alternatif menuju Lahewa melalui Bogali dan Lotu, yang adalah jalan Kabupaten Nias, telah diperbaiki dengan pelapisan aspal hotmix.
Perbaikan sarana transportasi ini telah mengurangi secara drastis waktu tempuh dari Gunungsitoli ke Lahewa.
Kalau sebelum tahun 2005 (sebelum bencana gempa bumi) waktu tempuh Gunungsitoli-Lahewa dengan kendaraan mobil mencapai hampir 5 jam, maka saat ini waktu tempuh normal hanya sekitar 2 jam. Kalau menggunakan sepeda motor, waktu tempuh malah lebih cepat, sekitar 1,5 jam.
Meskipun demikian, beberapa ruas jalan propinsi belum dikerjakan terutama di kawasan antara Sawo ke Lotu. Pada ruas ini menurut rencana akan dikerjakan hingga tahun 2009 mendatang oleh IREP dengan sumber dana dari BRR dan Multi Donor Fund (MDF) yang dikelola oleh World Bank. Untuk itu, bagi mereka yang hendak berpergian ke Lahewa dianjurkan melalui ruas alternatif jalan kabupaten yang telah diperbaiki, yaitu melewati Bogali, Ombolata dan tembus ke Lotu.
Selain itu, ada 2 jembatan yang saat ini sedang dikerjakan, yaitu jembatan Moawo dan Jembatan Muzoi yang dikerjakan dari anggaran BRR Nias ini diperkirakan rampung pada akhir tahun 2009.
Warga Lahewa, Hanati Lase saat di temui dikediamannya di jalan Makam Pahlawan Desa Mudik Kec. Gunungsitoli Nias, Selasa (28/10), mengaku bangga dan berterima kasih dengan pembangunan jalan tersebut. “Kita merasa bersyukur, sejak BRR hadir, jalan di Kab Nias kini menjadi bagus, dan Kab Nias yang dulunya minim pembangunan akibat anggaran Pemerintah Daerah yang terbatas, kini telah bercahaya. (Junianto Dachi, BRR)
Mustika Ranto Gulo, Dalam Renungan “PERSAHABATAN ITU INDAH”
Kepada siapa anda berani mempercayakan sebuah rahasia tentang diri anda yang sangat secreat? Apakah kepada seorang sahabat ? Sahabat seperti apa?
Pertanyaan itu membuat saya tersentak karena baru saja saya mendengar semua unek-unek dan hal-hal yang sangat pribadi tentang sahabat baruku ini. Pertemuan itu sangat special, karena kami saling kenal melalui dunia maya (blog internet) sebelumnya. Dan sekarang kami boleh copy darat, bertemu muka dan saling bercanda, membahas hal-hal rohani, politik dan bisnis. Tiba-tiba beliau bertanya kepada saya lagi: ”Siapa yang rela memberi nyawanya untuk seorang sahabat?”.
Malam ini, sebuah renungan dari Bapak Ir. Mustika Ranto Gulo, saya rangkum dan saya mencoba menterjemahkan semua topik yang kami bicarakan itu dan saya beri judul “PERSAHABATAN ITU INDAH”. Dulu saya belum tahu apa efek dari sebuah persahabatan itu. Ternyata persahabatan itu bisa meruntuhkan benteng-benteng segala kepentingan agama, ras dan golongan bahkan faham. Pak Ranto menambahkan bahwa Persahabatan bisa menembus segala kemunafikan, namun persahabatan itu ada tingkatan yaitu:
-
Persahabatan yang bermotif, yaitu persahabatan yang digerakkan oleh sebuah motivasi yang tersembunyi dan sulit untuk diterka. Persahabatan seperti ini tidak berumur panjang sebab jika motivasinya sudah tercapai maka persahabatan itu bubar, diakhiri dengan kekecewaan. Banyak orang merelakan faham dan agamanya dikhianati karena motivasi uang, bahkan ada yang sangat berpura-pura baik seakan-akan bagaikan seorang NABI, tetapi tujuan akhir persahabatannya adalah “PENGKHIANATAN”. Ditambahkan Pak Ranto bahwa “kita sering sekali terjebak dalam kesulitan yang luar biasa karena tertipu oleh topeng para sahabat yang palsu ini”, Kita sering sekali dikhianati, bahkan priuk nasi kita dibocorkan di media online, tragis sekali. Contohnya, seseorang yang memiliki posisi sebagai “Pemuka Agama, sebut saja pendeta, datang mencari kerja tambahan di kantor saya, seperti free lance begitu, ternyata sekian lamanya tidak membuahkan hasil, lalu dia menagih upahnya selayaknya seorang karyawan upahan. Kawan ini menceritakan peristiwa itu kepada semua orang, dia menagihnya melalui tulisan di situs internet, tidak bicara ke saya, pada hal setiap kami bertemu selalu saya titipkan sesuatu kepada putra-putrinya. Persahabatan yang konyol, membuat saya trauma dengan orang yang penampilannya baik dan manis, tetapi memiliki motivasi terselubung.
-
Persahabatan yang bersyarat, yaitu perahabatan yang selalu menuntut imbalan dari apa yang pernah diberikan. Persahabatan ini juga tidak langgeng karena sangat sulit memenuhi semua keinginan orang lain yang tak ada batasnya. Katanya “Kalau kita memberi hati, dia minta jantung”, wah saudara-saudara, sungguh pengetahuan saya bertambah malam ini. Saya tahu dari banyak peristiwa yang dialami oleh beliau, patut kita belajar dari sisi ini. Saya hanya bisa berterima kasih kepada Pak Ranto, semoga pertemuan kita ini memiliki motivasi yang tulus. Bagi saya sangat bermanfaat pertemuan ini, sekalipun sudah larut malam, namun persahabatan ini sangat berarti Semoga saya tidak meminta imbalan dari sebuah kepercayaan bapak, yang berani bercerita panjang lebar kepada saya. Tambahnya “persahabatan nomor dua ini, sering saya sebut sebagai ……persahabatan jikalau…..artinya persahabata jikalau, contohnya jika anda baik, maka saya juga baik, jika anda begini, maka saya juga begini, jika anda sayang aku juga sayang …. dan seterusnya”. Saya terkagum-kagum untuk sebuah petuah ini, saya bangga padanya, semoga panjang umur.
-
Persahabatan yang murni dan sejati, yaitu persahabatan tanpa motif dan tanpa syarat. Katanya, “Persahabatan ini saya sering sebut persahabatan walaupun” artinya “walaupun engkau tidak setia, namun kau tetap sahabatku, …. walaupun engkau mengkhianati persahabatan kita karena uang, atau karena politik ataupun karena apapun yang ada di dunia ini, engkau tetap sahabatku”. Saudara, saya terpukau, sejenak aku terpaku dikursi “cafetaria tua itu” seakan-akan saya baru melihat dunia yang sesungguhnya, karena saya tahu siapa diri saya sekarang, seorang sahabat yang setia, semoga aku tidak mengkhianati persahabatan yang baru saja kami mulai malam ini.
Lalu, bagaimana menjawab pertanyaan di atas? kepada siapa kita bisa mempercayakan sesuatu yang berharga dalam diri kita, yaitu hal yang sangat rahasia (secreat) banget? Siapa yang rela mati demi seorang sahabatnya? Siapa yang rela memberi diri kepada mereka yang yang papah/miskin, kepada mereka yang cacat, kepada mereka yang berpenakit menular? Siapa DIA yang rela mati demi keselamatan orang yang sepatutnya dihukum mati karena berbuat jahat? Mungkinkah kita seorang sahabat yang jahat? Kita tidak menghargai bantuan orang dimasa lalu, kita mengkhianti mereka yang sangat percaya kepada kita, oh …. luar biasa, ada dorongan pertobatan rasanya dari pembicaraan yang penuh kharisma ini. Pantas saja anda di puja dan kadang dibenci, kadang disanjung tetapi masih ada juga yang mencaci.
Saya merasakan getaran pembicaraan itu sampai aku menulis cerita ini, rekaman suara bapak Mustika Ranto Gulo ini sangat khas dan saya menyatakan ‘anda salah seorang putra Nias yang berdedikasi inggi, semoga Tuhan menuntunmu (maaf… pujian ini tidak bermaksud menyinggung para senior yang lain untuk menomor duakan mereka)’. Sekilas saya baca di media online banyak cacian padanya, tetapi malam ini ‘aku tanggung semua dosa yang ditimbulkan oleh kesaksian saya ini tentang dirinya. Jika ada yang mencacinya karena kesaksian saya sebagai penulis “PERSAHABATN ITU INDAH” saya rela menanggungnya. Jika saya salah, saya siap dikoreksi, silahkan berikan penilaian anda. Satu kata untuk bapak …..”anda memang punya kharisma!”. Pujian ini jangan ditafsir lain, sama sekali bukan untuk menyenangkan hati siapapun, tapi pembicaraan malam ini telah menjawab semua tanggapan yang baik bahkan cacian padanya selama ini, namun malam ini aku “saksikan sendiri siapa profil sesungguhnya bapak yang satu ini”.
GBU dan semoga sukses tetap rendah hati pak.
Kami yang bersuka cita di Negeri nun jauh….Salam Yaahwu untuk Maysarakat Nias dimanapun.
Lewi MH
Yeremia G
GELAR KEHORMATAN “SAMAUZE LUO” DISEMATKAN KEPADA KETUA UMUM PILAR, MUSTIKA RANTO GULO
Jakarta, 20 Mei 2008
SAMAUZE LUO, diartikan sebagai “PERINTIS YANG MEMBAWA CAHAYA MATAHARI, gelar itu diberikan oleh Masyarakat Nias Barat kepada Sdr. Mustika Ranto Gulo, sebagai GELAR KEHORMATAN TERTINGGI karena pengabdiannya di dalam mengemban tugas menjadi Ketua Umum Pilar Nias Barat di Jakarta. Diakhir acara Pelantikan DPP PILAR NIAS BARAT di Gedung STT, Jalan Proklamasi – Menteng, Jakarta Pusat para MPA (Majelis Perwakilan Anggota) memutuskan seketika dalam rapat singkat sidang pleno tersebut untuk memberikan ucapan terima kasih kepada Ketua Umum masa transisi 5 Mei 2007- sd 23 Pebruari 2008. Sebagai tanda terima kasih karena: Baca selebihnya »
Kampanye Sanitasi Di Nias, Melalui Informasi Internet
SANITASI DIBUTUHKAN DI NIAS
Demi Pengabdian Kepada Masyarakat Nias terutama generasi yang akan datang. Peningkatan umur harapan hidup saat lahir di abad yang lalu diharapkan mampu dicapai melalui upaya peningkatan sanitasi dan program pencegahan. Suksesnya program pencegahan di masa lalu dan di masa depan akan membutuhkan kerjasama. Kerjasama ini harus berakar pada jaringan kerjasama antar pakar kesehatan di seluruh dunia. Membagi pengetahuan melalui informasi yang berbasis internet adalah kunci sukses pencegahan menuju masa depan “keemasan” dunia.